FMIPA UAD Borong Medali dalam International Festival on Innovation on Green Technology (iFINOG) 2018 di Malaysia

 

International Festival on Innovation on Green Technology (iFINOG) 2018 adalah sebuah kompetisi internasional di bidang inovasi teknologi yang diselenggarakan oleh Universiti Malaysia Pahang pada 20-22 April 2018. Kategori inovasi yg dilombakan meliputi: Class A: Agriculture, Environmental, Renewable Energy, Horticulture & Gardening. Class B: Automotive, Transportation, Motor Vehicles, Ships, Aviation, Accessories & Industrial Design. Class C: Biotechnology, Life Sciences, Health & Chemicals. Class D: Building, Architecture, Civil Engineering Construction & Materials. Class E: I.C.T, Multimedia, Telecommunications, Computer Science, Electricity & Electronic & Games. Class F: Manufacturing Process, Machines, Equipment, Engines, Tools, Mechanics & Industrial Processes. Class G: Social Science, Commercial, Industrial & Office Equipment. Class H: Education, Mathematics, Language & Science.

Dalam keikutsertaanya, Tim dari FMIPA UAD berhasil Satu Medali Emas dan Dua medali Perunggu, medali Emas diraih oleh tim “Middle Man” yang beranggotakan Nurul Wulandari(Fisika 2017), Farrizal Muttaqien(Sistem Informasi 2015)  dan Luthfia Khairunnisa(Sastra Inggris 2017). Sedangkan Medali Perunggu diperoleh tim dari Fisika Arifan Raharjo(Fisika 2015), Rezky Setiyani(Fisika 2015), Ikhsanun Maulida(Fisika 2015) dan satu tim Fisika lainnya beranggotakan Endah Ariyanti(Fisika 2015), Kartikasari Solichah(Fisika 2015), Taufan Sidiq(Fisika 2017).

Nurul wulandari dan tim “Middle Man”, mengembangkan sebuah sensor ekonomis untuk memantau seberapa penuh sampah terakumulasi di tempat sampah. Sensor ini terhubung dengan web secara real time. Adapun pengguna dapat mengakses data menggunan apps yang menghubungkan penghasil sampah (kantor/ sekolah/ univ/rumah sakit/ restoran dan lain-lain) dengan industri kreatif pengguna sampah daur ulang.

Arifan dan tim, mengembangkan alat pendeteksi kadar gula dalam darah dengan sensor inframerah dan cahaya merah. Keunggulan inovasi ini adalah dapat mendeteksi gula darah secara non invasif (tidak memerlukan sampel darah/ perlu melukai kulit).

Endah dan tim mengembangkan sensor pergerakan tanah yang terhubung dengan web. Sensor ini dapat dipasang didaerah rawan bencana tanah longsor atau guguran lava untuk memberikan peringatan dini munculnya bahaya longsoran.(je)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *