LOMBA ROKET AIR DI KAMPUNG SAINS KARANGKAJEN

Sebagai kampung sains binaan FMIPA UAD, pada tanggal   17 Agustus 2017 tidak hanya menjadi perayaan Dirgahayu Republik Indonesia tapi juga menjadi hari perdana Kampung Sains Karangkajen merayakan kegiatan outdoor  bernuansa sains yang melibatkan semua warga Karangkajeng, yaitu lomba roket air. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Masjid Jami Karangkajeng dengan target utama peserta  adalah siswa Sekolah Dasar (SD).

Lomba dimulai pada pukul 09.30 Waktu Indonesia Barat (WIB) dan dibuka dengan kemeriahan lomba masak oleh warga Karangkajeng. Pukul 10.00 peserta yang didominasi siswa kelas enam SD, dikumpulkan di teras Masjid Jami Karangkajeng. Sebelum memasuki lomba utama, yaitu lomba roket air, para peserta mengikuti lomba hand on science.

Hand on science adalah eksperimen sederhana yang melibatkan bahan-bahan dapur, seperti kunyit, gula, dan baking soda. Eksperimen yang diikutkan dalam hand on science adalah balon udara. Kit terdiri dari gula, baking soda, botol air mineral 1000 mL bekas, balon tiup, dan corong yang dibuat dari karton berwarna. Setiap anak mendapatkan satu kit berserta satu lembar petunjuk eksperimen.

Peserta berjumlah 20 anak dengan variasi kelas, dari kelas tiga SD hingga kelas enam SD. Hal pertama yang harus mereka lakukan adalah mengisi botol air mineral dengan air sebanyak 1/3 dan memasukkan gula sebanyak tiga sendok. Corong karton dipasangkan di mulut balon dan baking soda sebanyak satu sendok dimasukkan lewat corong tersebut. Corong dilepaskan, mulut balon lalu dipasangkan ke mulut botol. Baking soda dijatuhkan perlahan-laha ke air gula yang sudah dikocok. Balon akan mengembang dengan sendirinya. Beberapa anak harus melakukan hingga dua sampai tiga kali sebelum berhasil. Tapi sebagian besar telah berhasil di cobaan pertama.

Sebelum masuk ke lomba utama, peserta dan warga Karangkajeng terlebih dulu melaksanakan shalat dzuhur dan menyantap masakkan hasil lomba memasak. Menu yang dipilih adalah nasi kuning dan olahan ayam, sedangkan untuk lauk pelengkap ada tempe goreng dan es sirup sebagai minuman.

Para peserta dikumpulkan kembali pukul 13.30 WIB di teras masjid untuk mempelajari bagaimana merakit roket yang baik dan benar. Bahan yang diperlukan sangat sederhana yaitu  botol minuma soda sebanyak dua buah (untuk satu roket), kardus bekas, double tip, koran bekas, dan guting. Salah satu botol dipotong sepanjang 1/3 dari panjang keseluruhan botol (dihitung dari mulut botol). Mulut botol ini kemudian diisi dengan koran bekas yang sudah dibasahi (berperan sebagai pemberat), lalu ditempelkan di bagian tumpul botol yang satunya sehingga berbentuk seperti roket. Sayap yang dibentuk dari kardus bekas ditempelkan di bagian bawah roket, bagian yang tidak memiliki pemberat. Untuk mengencangkan sayap digunakan double tip. Roket yang sudah jadi diisi dengan air sebanyak 1/3 dan siap diterbangkan menggunakan launcher.

Pada kegiatan ini,  Launcher yang digunakan  juga dibuat dari bahan yang sederhana yaitu  pipa Polyvinyl Chloride (PVC) berdiameter AW4 inci dan memiliki dua ujung; ujung atas sebagai tempat pelekatan roket air dan ujung bawah dihubungkan ke pompa manual. Bila roket air sudah terpasang di ujung atas, pompa manual dipompa sebanyak tiga kali, lalu roket akan meluncur ke atas.

Lomba roket air ini dilakukan untuk membangkitkan rasa semangat dan kreativitas anak-anak di kampung Karangkajeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *